Brigade Negra
Di tanah yang dikuasai Penjajah,
Maubere melankahi luka dan derita,
Hampir kehilangan harapan, dan Cinta,
Berdirilah pasukan hitam, Brigada Negra.
Maubere melankahi luka dan derita,
Hampir kehilangan harapan, dan Cinta,
Berdirilah pasukan hitam, Brigada Negra.
Brigada Negra, kekuatan suci tak pernah mundur,
Berjuang di jantung musuh, pantang menyerah,
Bukan bertempur karena kebencian,
Tapi demi akhiri kegelapan di negeri kami.
Dengan keberanian, tulis sejarah dengan pengorbanan,
Walau melalui jeruji besi, demi hadirkan fajar,
Meski badai mencoba menelan kami.
Langit akan berkabung untuk merayakan,
Sebab Brigada Negra tak butuh tugu,
Hanya Bulan menjadi saksi bisu di medan laga.
Bukan pasukan, bukan tentara,
Tapi Brigada Negra punya cahaya sendiri
Setiap Langkah, mencakar senapan musuh,
Kami adalah nyala api dalam gelas minyak.
Bukan barisan berseragam rapi,
Bukan pangkat yang berkilau di dada,
Kami ada, untuk memberi harapan.
Cempaka putih, Jakarta 15 Januari 1997
No comments:
Post a Comment