RAKYATKU, PAHLAWANKU
Di bawah langit, Crocodile merintih pilu
Kau terbaring, tanpa nisan, tanpa nama.
Ramelau, Matebian Kablaki menangis bisu
Menyapu debu, yang bercampur darah.
Peluru berdengung, bom bergemuruh.
Anak-anak berlari, ke mana, tak tau arah
Hanya jurang, maut yang menunggu.
Nenek-nenek meratap, di bawah reruntuhan.
Laut pun merah, oleh tangisan dan keringat
Langit pun hitam, oleh asap penderitaan.
Tiada air, hanya darah yang menggenang.
Mereka berjuang, dengan tangan kosong
Hingga nafas terakhir, tetap bertahan.
Jiwa-jiwa bunga bangsa ditelan badai peluruh.
Satu persatu pergi, tak ada lagu, tak pamit
Hanya nyanyian angin yang mendampingi.
Rakyat yang gugur, demi Kemerdekaan.
Mereka Pahlawan tanpa nama dan nisan
Kalian hidup dalam setiap tetes, embun pagi.
Cristovão Pereira
28 November 1988
SMA Negeri 1 Dili, Becora
No comments:
Post a Comment