Thursday, August 14, 2025

RAKYATKU, PAHLAWANKU

 
RAKYATKU, PAHLAWANKU

Di bawah langit, Crocodile merintih pilu
Kau terbaring, tanpa nisan, tanpa nama.
Ramelau, Matebian Kablaki menangis bisu
Menyapu debu, yang bercampur darah.
 
Dari celah bukit, hingga lembah sunyi
Peluru berdengung, bom bergemuruh.
Anak-anak berlari, ke mana, tak tau arah
Hanya jurang, maut yang menunggu.
 
Ibu-ibu memeluk bayi, gemetar kaku
Nenek-nenek meratap, di bawah reruntuhan.
Laut pun merah, oleh tangisan dan keringat
Langit pun hitam, oleh asap penderitaan.
 
Tiada roti, hanya debu yang tertelan
Tiada air, hanya darah yang menggenang.
Mereka berjuang, dengan tangan kosong
Hingga nafas terakhir, tetap bertahan.
 
Oh, bumi ku, bayangan Crocodile
Jiwa-jiwa bunga bangsa ditelan badai peluruh.
Satu persatu pergi, tak ada lagu, tak pamit
Hanya nyanyian angin yang mendampingi.
 
Untuk Bangsa dan Negeri, bumi Timor-Leste
Rakyat yang gugur, demi Kemerdekaan.
Mereka Pahlawan tanpa nama dan nisan
Kalian hidup dalam setiap tetes, embun pagi.
 
RAKYATKU… PAHLAWANKU…


Cristovão Pereira
28 November 1988
SMA Negeri 1 Dili, Becora

No comments:

Post a Comment