Untuk
Pahlawanku tak kenal
Langit memerah Bagai kabut darah
Mereka yang gugur tanpa kenal nama
Wajah-wajah itu
hilang dalam kabut
Dalam pekik
perang yang sakral
Untuk
Pahlawanku tak kenal tapi abadi.
Pahlawanku, di
mana kalian terbaring?
Kamu selalu ada bagai lentera kemenangan
Cahaya pelita dari ibu-ibu, kehilangan suami
Dalam bisikanya masih menunggu mereka
Dalam tangis bayi-bayi yang lahir dibawa hujan peluru.
Pahlawanku, di mana kalian terbaring?
Mungkin di bawah akar beringin tua
Atau terserak di celah kali, kolom bebatuan
Atau terbawa
arus, derasnya hujan dan angin
Matebian dan
Ramelau tahu di mana kamu tidur.
Untukmu pahlawan, tanpa tahu wajah
Bayanganmu selalu di balik kabut gunung Rankabia
Kamu tetap hidup dalam setiap denyutan bangsa ini
Ramelau mencatat jejakmu, napas akhirmu untuk RDTL
Untukmu, pahlawanku, Kami haturkan penghormatan.
Cristovão PEREIRA
19/09/1990
Dili, UNTIM (Fisipol)
No comments:
Post a Comment