Thursday, August 7, 2025

Untuk Pahlawanku tak kenal

 

Untuk Pahlawanku tak kenal

 

Langit memerah Bagai kabut darah

Mereka yang gugur tanpa kenal nama

Wajah-wajah itu hilang dalam kabut

Dalam pekik perang yang sakral 

Untuk Pahlawanku tak kenal tapi abadi.

 

Pahlawanku, di mana kalian terbaring?

Kamu selalu ada bagai lentera kemenangan

Cahaya pelita dari ibu-ibu, kehilangan suami

Dalam bisikanya masih menunggu mereka

Dalam tangis bayi-bayi yang lahir dibawa hujan peluru.

 

Pahlawanku, di mana kalian terbaring?

Mungkin di bawah akar beringin tua

Atau terserak di celah kali, kolom bebatuan

Atau terbawa arus, derasnya hujan dan angin

Matebian dan Ramelau tahu di mana kamu tidur.

 

Untukmu pahlawan, tanpa tahu wajah

Bayanganmu selalu di balik kabut gunung Rankabia

Kamu tetap hidup dalam setiap denyutan bangsa ini

Ramelau mencatat jejakmu, napas akhirmu untuk RDTL

Untukmu, pahlawanku, Kami haturkan penghormatan.

 

 

Cristovão PEREIRA

19/09/1990

Dili, UNTIM (Fisipol)

No comments:

Post a Comment