LIFAU, Tempat
dua dunia saling bertemu
Di ujung rai
lalatak lafaek Lifau berdiri,
Pintu dunia dari tanah Portugal yang jauh,
Para pelaut datang membawa salib suci,
Mengusung terang iman ke negeri Timor.
Pintu dunia dari tanah Portugal yang jauh,
Para pelaut datang membawa salib suci,
Mengusung terang iman ke negeri Timor.
Empat ratus lima puluh tahun lalu,
Para pastor suci dengan nyali membara,
Menebar benih doa di bumi Timor We-quse,
Hingga kasih Kristus, nyala di setiap insan Pribumi.
Lifau bukan sekadar tempat DESEMBARCARAM,
Tapi juga ladang iman yang berdarah dan suci,
Tempat dua dunia saling bertemu,
Kristus dan leluhur berjalan berdampingan.
Laut, daratan, dan angin yang berbisik,
Bercerita tentang iman dan adat yang hidup,
Lifau adalah jembatan sejarah dan jiwa,
Menyinari langkah Timor menuju cahaya abadi.
Baptisan mengalir bagai sungai suci,
Menyentuh hati yang haus akan harapan,
Namun darah para suci tak terhindarkan,
Mereka gugur, menjadi saksi pengorbanan.
Laut, daratan, dan jiwa yang menyatu berkata,
Lifau adalah sumber kebaikan yang abadi,
Sumber iman, harapan, dan kehidupan,
Menyala di dalam hati setiap insan.
Di sela doa dan nyanyian misa,
Terdengar bisik tradisi yang abadi,
Ritual dan tarian, upacara sakrál,
Menjadi nafas hidup dalam setiap jiwa.
Oequse, 19 Februari 1991
No comments:
Post a Comment