Lentera di
Masa Gelap
Para Pejuan Perempuan
Namamu jarang terdengar
Kamu tak pernah menyerah
Walau suamimu di medan peran
Mimpi tentang kemerdekaan
Menahan lapar hingga fajar
Menghadapi siksaan, diinjak, diperkosa
Meski derita silih berganti.
Kamu adalah tiang penyangga
Sejarah mungkin melupakan
Suara Kamu direndahkan
Tetapi Kamu selalu bangkit.
Kau yang berjuang dalam senyap
Memikul derita di pundakmu
Menahan rindu pada anak-anakmu
Tapi tak kau biarkan mereka menang.
Kau menjadi korban kekejaman
penjajah
Kekerasan fisik, psikologis, dan trauma
Meski derita tiada henti, tapi kau tak padam.
Setiap percikan darahmu untuk RDTL.
Cristo PEREIRA (likuliku)
Jakarta, Cempakaputih 29 Januari 1999
Para Pejuan Perempuan
Namamu jarang terdengar
Kamu tak pernah menyerah
Walau suamimu di medan peran
Mimpi tentang kemerdekaan
Menahan lapar hingga fajar
Menghadapi siksaan, diinjak, diperkosa
Meski derita silih berganti.
Kamu adalah tiang penyangga
Sejarah mungkin melupakan
Suara Kamu direndahkan
Tetapi Kamu selalu bangkit.
Kau yang berjuang dalam senyap
Memikul derita di pundakmu
Menahan rindu pada anak-anakmu
Tapi tak kau biarkan mereka menang.
Kekerasan fisik, psikologis, dan trauma
Meski derita tiada henti, tapi kau tak padam.
Setiap percikan darahmu untuk RDTL.
Jakarta, Cempakaputih 29 Januari 1999
No comments:
Post a Comment